Ketika Aktivitas Belajar Mengajar Terhenti
Ketika banjir bandang menerjang wilayah Pidie Jaya, Aceh, keceriaan dan proses belajar mengajar di SDIT Ceudah Rabbani seketika terhenti.
Ruang-ruang kelas terendam lumpur tebal—lantai rusak parah, bangku dan meja belajar hanyut berserakan, dan selama berminggu-minggu, anak-anak kehilangan tempat yang aman untuk belajar. Sekitar 100 siswa dan 15 guru terdampak langsung oleh rusaknya infrastruktur sekolah. Sedikitnya tiga ruang kelas mengalami kerusakan struktural berat dan tidak lagi aman untuk kegiatan belajar harian.
Bagi anak-anak usia sekolah dasar, rutinitas bersekolah adalah sumber rasa aman dan ruang tumbuh kembang mereka. Hilangnya ruang kelas yang layak tidak hanya menghambat prestasi akademis, tetapi juga mengguncang kestabilan emosional mereka pascabencana.
Dalam kondisi darurat semacam ini, hak anak atas pendidikan menjadi salah satu sektor yang paling rentan terabaikan. Ketika sekolah seperti SDIT Ceudah Rabbani lumpuh, dampaknya meluas ke seluruh tatanan keluarga dan masa depan generasi penerus di wilayah tersebut.
Inisiatif Pemulihan Fasilitas Sekolah
Merespons situasi darurat tersebut, Cahaya Jakarta Group menginisiasi program renovasi komprehensif untuk memulihkan operasional SDIT Ceudah Rabbani. Bekerja sama dengan tim ASAR Humanity serta relawan kemanusiaan di lapangan, langkah pemulihan difokuskan pada rekonstruksi ruang-ruang kelas utama agar siswa dapat sesegera mungkin kembali belajar dengan rasa aman.
Tujuannya sederhana namun sangat fundamental: menghidupkan kembali fungsi sekolah agar anak-anak tidak kehilangan masa belajar mereka terlalu lama.
Tahapan Rekonstruksi dan Renovasi
Pekerjaan renovasi dimulai pada tanggal 18 April 2026, menandai titik balik penting bagi kebangkitan SDIT Ceudah Rabbani.
Tim di lapangan bekerja tanpa kenal lelah membersihkan endapan lumpur pekat, memperbaiki dinding dan lantai yang retak, mengganti instalasi kelistrikan, serta mengecat ulang ruangan dengan warna hijau cerah yang membangkitkan semangat baru.
Secara bertahap, perubahan nyata mulai terlihat. Ruang-ruang kelas yang semula muram dan sunyi perlahan bertransformasi kembali menjadi tempat yang bersih, nyaman, dan penuh dengan energi positif anak-anak.
Lebih dari Sekadar Membangun Bangunan Fisik
Transformasi fisik gedung sekolah tentu sangat penting, namun dampak sosial dan kemanusiaan di baliknya jauh lebih bermakna.
Bagi anak-anak, sekolah adalah tempat mereka bercengkerama bersama sahabat, menyerap wawasan baru, dan merajut cita-cita. Pembukaan kembali ruang kelas ini mengembalikan senyum mereka dan memulihkan ritme kehidupan keluarga yang sempat terhenti akibat bencana.
Menghidupkan Kembali Denyut Masa Depan
Kini, suasana di SDIT Ceudah Rabbani telah kembali bersemi penuh warna.
Lantai yang dulunya tertutup lumpur kini kembali dipenuhi tawa anak-anak, derap langkah semangat, dan suara riang lantunan doa belajar. Ruang kelas yang sempat terancam ditinggalkan kini telah menjadi rumah kedua yang aman bagi masa depan mereka.
Karena bagi Cahaya Jakarta Group, membangun kembali sebuah sekolah bukan sekadar menyemen dinding dan merapikan atap—melainkan menyalakan kembali lentera masa depan bagi generasi penerus bangsa.